Gue nggak nyangka banget, hidup bisa berubah total cuma gara-gara satu keputusan impulsif. Malam itu, di sebuah kafe remang-remang di sudut kota, gue lagi nyari inspirasi buat nulis buku baru. Tapi kepala buntu, nggak ada ide yang masuk akal. Jadi yaudah, gue buka laptop, masuk ke situs slot gacor, dan mulai main di scatter hitam pragmatic—provider terbaik yang katanya lagi tergacor abis. Jackpot demi jackpot terus masuk, rasanya kaya mimpi.
Di tengah euforia menang besar, tiba-tiba layar laptop gue nge-glitch. Suara mesin slot gacor itu berubah jadi kayak suara bisikan samar-samar. Scatter hitam pragmatic yang tadi berputar di layar malah membentuk pola aneh yang nggak pernah gue lihat sebelumnya. Jantung gue berdegup kencang, tapi rasa penasaran lebih gede daripada takut. Dengan tangan gemeteran, gue pencet tombol spin lagi.
Tiba-tiba, kafe itu menghilang. Gue udah nggak di tempat gue duduk tadi. Sekeliling gue berubah jadi perpustakaan raksasa, dengan buku-buku melayang di udara, kayak di film-film sihir gitu. Gue lihat ada seorang pria tua dengan jubah ungu berdiri di depan gue, senyumnya misterius.
“Selamat datang di Buku Kehidupan,” katanya.
Gue kaget. “Ini apaan? Gue lagi main slot gacor barusan, kenapa gue tiba-tiba ada di sini?” Gue nyubit tangan gue sendiri, berharap ini cuma mimpi. Tapi sakitnya nyata.
Pria itu ketawa kecil. “Slot gacor dan scatter hitam pragmatic hanya pintu masuknya. Kau telah membuka halaman baru dalam hidupmu. Semua yang terjadi di sini akan menentukan takdirmu selanjutnya.”
Gue menelan ludah. “Jadi ini semacam ujian atau gimana?”
“Bisa dibilang begitu. Kamu harus memilih buku yang tepat. Tapi ingat, setiap pilihan ada konsekuensinya.”
Gue lihat sekeliling. Ada ribuan, bahkan jutaan buku dengan warna dan aura berbeda-beda. Beberapa buku bersinar terang, beberapa tampak gelap dan menyeramkan. Gue merasakan dorongan untuk mengambil satu buku berwarna emas di rak terdekat.
Begitu gue buka, halaman-halaman itu berubah jadi layar slot gacor, dan gue lihat diri gue sendiri di dalamnya. Gue lagi main scatter hitam pragmatic, jackpot besar banget di depan mata. Tapi semakin gue perhatiin, ada sesuatu yang aneh. Itu bukan gue yang sekarang—itu gue di masa depan, duduk sendirian, kaya raya tapi kosong. Wajah gue nggak menunjukkan kebahagiaan sama sekali.
Gue buru-buru nutup bukunya. “Gue nggak mau yang ini. Ada pilihan lain?”
Pria tua itu tersenyum lagi. “Tentu. Tapi setiap kali kau memilih, jalan hidupmu bisa berubah.”
Gue melihat buku lain, yang warnanya lebih netral. Begitu gue buka, gue melihat diri gue, tetap main slot gacor, tetap dapet scatter hitam pragmatic, tapi kali ini gue nggak sendirian. Gue punya orang-orang di sekitar gue, ketawa bareng, menikmati hidup dengan cara yang seimbang.
Gue menarik napas dalam. “Gue pilih ini.”
Seketika, semua di sekitar gue mulai berputar. Perpustakaan raksasa itu perlahan menghilang, dan gue terbangun di kafe tempat gue tadi duduk. Laptop gue masih terbuka, dengan slot gacor di layar. Tapi kali ini, gue merasa ada yang beda. Gue nggak lagi tergoda buat ngejar jackpot tanpa mikirin yang lain.
Malam itu, gue menutup laptop, menulis pengalaman gue, dan memutuskan satu hal—hidup itu lebih dari sekadar menang atau kalah. Terkadang, yang paling penting adalah gimana lo ngejalaninnya.